
GEMPA BUMI
Gempa Bumi, adalah pergeseran antara lempengan-lempengan tektonik yang berada jauh di bawah permukaan bumi, aktivitas gunung api atau runtuhan batuan.
Lempeng tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang disokong oleh magma dibawahnya. Lempeng tektonik bebas untuk menggesek satu sama lain. Pergerakan antara lempeng tektonik ini tidak selalu secara perlahan-lahan. Sebaliknya pergeseran antara tanah dan batu yang membentuk lempeng tektonik menyebabkan pergeseran itu berjalan tersentak-sentak. Pergerakan inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi
Jenis Gempa Bumi
1. Gempa tektonik
Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pergeseran lempengan tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba.
2. Gempa vulkanik
Gempa bumi yang disebabkan aktivitas gunung api. Gempa vulkanik disebabkan oleh pergerakan magma ke atas dalam gunung api, di mana geseran pada batu-batuan menghasilkan gempa bumi.
Magma merupakan batu-batuan cair yang terletak di dalam perut bumi.
3. Gempa induksi
Gempa yang disebabkan oleh pelepasan energi akibat sumber-sumber lainnya, misalnya runtuhnya tanah,batuan akibat penggunaan bahan peledak.
Akibat Gempa Bumi
Akibat utama gempa bumi adalah hancurnya bangunan-bangunan karena goncangan tanah. Jatuhnya korban jiwa, biasanya terjadi karena tertimpa reruntuhan bangunan, terkena longsor, dan kebakaran. Jika sumber gempa bumi berada di dasar lautan maka bisa membangkitkan gelombang tsunami yang tidak saja menghantam pesisir pantai di sekitar sumber gempa tetapi juga mencapai beberapa km ke daratan.
Korban jiwa terbesar akibat gempa bumi Indonesia terjadi di Nias pada bulan Maret 2005 sebanyak 300 jiwa. Sementara gempa bumi yang menyebabkan tsunami, terjadi di Aceh dan Sumut pada 26 Desember 2004, yang menelan korban sebanyak 250.000 jiwa.
Tahukan kamu?
Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik. Lempeng Eurasia dan Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai selatan pulau Jawa, lepas pantai Selatan kepulauan Nusa Tenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Antara lempeng Australia dan Pasifik terjadi tumbukan di sekitar Pulau Papua. Sementara pertemuan antara ketiga lempeng itu terjadi di sekitar Sulawesi. Itulah sebabnya mengapa Indonesia sering terjadi gempa bumi.
Apa yang bisa kita lakukan?
Sebelum terjadi Gempa Bumi
1. Kenali daerah tempat tinggal kita. Apakah terletak di daerah yang rawan gempa?
2. Ketika berada di dalam ruangan, perhatikan dimana letak pintu keluar, tangga darurat atau cara-cara keluar dari gedung jika sewaktu-waktu harus menyelamatkan diri.
3. Perhatikan juga bagian-bagian yang dapat menjadi tempat yang aman untuk berlindung ketika gempa terjadi.
4. Ketahui ada tempat-tempat yang berbahaya untuk bertahan jika gempa terjadi, misalnya area dekat jendela kaca atau di bawah pilar.
5. Memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat sehingga apabila terjadi gempa bumi, sudah mengetahui tempat yang aman untuk berlindung.
6. Catat dan simpanlah nomor-nomor telepon penting yang harus dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
7. Matikan kran air, gas dan listrik apabila selesai digunakan.
Di dalam rumah
Pada saat getaran terasa beberapa saat, kamu harus berusaha menyelamatkan diri dan keluargamu. Bergeraklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh dari benda-benda yang berjatuhan. Jika tidak ada meja di dekat kita, lindungi kepala dengan sesuatu, misalnya bantal, papan atau dengan kedua tangan dengan posisi telungkup.
Di luar rumah
Merunduk dan lindungi kepalamu dengan benda-benda seadanya atau kedua telapak tangan. Begeraklah menjauh dari gedung dan tiang menuju daerah terbukan.
Di mall, bioskop, dan lantai dasar
Jangan panik. Ikuti petunjuk dari petugas keamanan atau satpam. Jangan menggunakan lift ketika terjadi gempa atau kebakaran, gunakan tangga darurat. Bergeraklah ke tempat terbuka.
Di dalam kereta api atau bis
Berpeganganlah dengan erat pada tiang atau apapun didekatmu sehingga tidak terjatuh ketika terjadi goncangan atau berhenti secara mendadak. Tetaplah tenang dan ikuti perintah petugas.
Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, kita akan merasa seakan-akan roda mobil gundul. Pengemudi akan kehilangan kontrol sehingga sulit mengendalikannya. Mintalah pengemudi untuk mengindari persimpangan dan segera meminggirkannya untuk berhenti. Mintalah pengemudi menghidupkan radio untuk mendapatkan berita dan instruksi dari pemerintah. Jika ada himbauan mengungsi, keluarlah dari mobil, biarkan mobil tidak terkunci.
Di gunung/pantai
Setelah gempa, ada kemungkinan terjadi longsor di pegunungan. Bergeraklah ke tempat yang aman yaitu lapangan terbuka yang jauh dari daerah lereng. Sedangkan jika kamu ada di tepi pantai, ada kemungkinan terjadi Tsunami. Bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi atau perbukitan.
Setelah
1. Bila masih berada di dalam gedung atau ruangan, segeralah kamu keluar.
2. Periksa keadaanmu sendiri, terluka atau tidak.
3. Jika kamu merasa mampu, berilah pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di
sekitarmu.
4. Dengarkan informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan bertindaklah sesuai dengan
himbauan.
5. Jangan terpancing isu evakuasi ke tempat yang lebih aman/pengungsian yang sudah \
ditetapkan.
Sumber : PMI
NEGERI KITA RAWAN BENCANA
MARI KITA BUDAYAKAN SIAGA BENCANA
DAN HIUDP BERDAMPINGAN BERSAMA BENCANA
0 komentar:
Posting Komentar