Sayangilah ibumu…
dengan menyadari bahwa dialah yang telah mengandungmu,
sementara tidak ada seorangpun yang bersedia mengandung orang lain seperti itu.
Ia memberimu makan dari "buah hatinya",
dan tidak seorangpun bersedia memberi makan orang lain seperti itu.
Ketika kau dikandungnya…
ia menjaga keselamatanmu …
dengan pendengarannya,
penglihatannya,
tangannya,
kakinya,
rambutnya,
kulitnya,
dan seluruh jiwa raganya …
dengan riang dan senang hati…
seraya menanggung segala beban yang mengganggunya,
rasa sakitnya,
kerisauannya,
hingga saat oleh kekuasaan takdir…
ia dibebaskan dari dirimu yang membebaninya
lalu mengeluarkannya ke alam dunia…
dengan rasa sakit.
Memberimu pakaian ketika ia kedinginan,
Memberimu minum ketika ia haus,
Menaungimu dalam keteduhan ketika ia kepanasan,
Membahagiakanmu ketika ia menderita,
dan menidurkanmu ketika ia terjaga.
Perutnya… menjadi wadah penyimpanan bagimu.
Pangkuannya… tempat yang aman untuk merangkummu,
Susunya… disediakannya untuk minumanmu
Dan dirinya sendiri… bagai perisai penjaga keselamatanmu.
Ia menahan panas dan dinginnya dunia bagimu… demi memeliharamu.
Maka dari itu…patutlah kau berterima kasih pada ibumu untuk semua itu.
Tiada mampu kau melakukannya selain dengan pertolongan Allah dan taufik-Nya.
Walaa haula walaa quwwata illaa billah.
Sabtu, 02 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar